Jumat, 08 Maret 2013

Temukan Pose Favorit kamu .


Berbagai pose akan dilakukan demi mendapatkan hasil terbaik, tapi tetap saja kita merasa belum berhasil. Adakah cara lain?

Check Out! 11 tips dari para ahli di bawah ini untuk mendapatkan hasil terbaik dari foto;

1. Memikirkan Sesuatu yang Menyenangkan

Hal ini mungkin tampak klise, tapi kadang-kadang cara terbaik untuk mendapatkan ekspresi yang baik adalah  memikirkan sesuatu yang menyenangkan secara realitis, seperti memori khusus, momen favorit Anda, atau hal yang manis bersama teman Anda, pasangan, atau apa yang anak lakukan pada Anda
Fotografer dan editor stylist, Anna Naftali mengatakan, "Pikiran nyata tentang kebahagiaan membantu mendapatkan senyum tulus atau melihat dan menenangkan ekspresi wajah tanpa paksaan."

2. Bekerja Pada Ekspresi Wajah Anda dan Berpose

Jika Anda memiliki bibir tipis, bagian mereka sedikit ditebalkan dan blow ringan untuk menciptakan ilusi yang lebih lengkap. Model Internasional, Sarah Ingle menyarankan, "Mereka yang memiliki wajah bulat harus menghindari menghadap lurus ke kamera dan sebaliknya memutar kepala sedikit ke satu sisi."
Memiliki dagu rendah atau tipis? Sarah menyarankan geserkan rahang ke depan sedikit ketika difoto dari samping dengan profil lebih seimbang.

3. Cari Senyum Khas Anda

Pernah perhatikan bagaimana selebritis yang biasanya terlihat di karpet merah dengan senyum dan pose yang sama di setiap acara? Yah, itu karena mereka sudah tahu apa yang cocok untuk mereka

Pakar kecantikan dan gaya,  juga mantan model internasional, Tiffany Hendra menyarankan, "Ambil handphone Anda dan foto beberapa dari diri anda sampai Anda menemukan sebuah senyum khas anda. yang Anda senangi." Hei, latihan membuat sempurna, bukan?

4. Keep it Simple

Staf fotografer Getty Images,  Jamie McCarthy memberikan saran terbaiknya,"Keep it simple. Jangan memaksa Anda berpose, buatlah santai dan nyaman.Pastikan untuk berdiri tegak dan bahkan sedikit melengkungkan punggung Anda." Dan, seperti Tiffany katakan, latihan, latihan, latihan!

Tampil maksimalTampil maksimal5. Ingat: Pencahayaan yang tepat Adalah Kunci

Menurut potret fotografer, Aaron Gil, ujung utama untuk terlihat baik di foto adalah menemukan pencahayaan yang tepat yang melengkapi wajah Anda. "Hindari bayangan kasar yang menonjolkan noda dan menyebabkan daerah gelap yang kontras di bawah mata Anda atau di bawah hidung."
"Pencahayaan komplementer bahkan dari bagian atas dahi ke bagian bawah dagu, serta dari pipi,"katanya

6. Anda TIDAK Memiliki Sisi buruk

Bertentangan dengan pemikiran umum, sisi buruk tidak benar-benar ada, kata  fotografer fashion dan mantan model, Nigel Barker,"Fokus semua energi,melihat ke kamera dengan keyakinan dan sedikit memutar tubuh Anda pada sudut untuk kedua sisi. Ini akan membantu Anda menemukan 'WOW!' figur Anda."

7. Bentuklah Siluet Anda Ketika Duduk

"Figur Anda dapat menjadi hilang di background jika Anda tidak menyesuaikan berpose saat duduk,"kata Nigel. "Jadi pastikan untuk duduk tegak dan menuju tepi kursi Anda. Ini akan memanjangkan tubuh Anda dan memastikan kamera menangkap siluet terbaik Anda,"tambahnya

8. Kenakan Pakaian Tepat

Mengenakan pakaian warna yang tepat dapat membantu Anda melihat 5 sampai 10 kilo lebih ringan, catatan Gil, "Pakaian warna gelap atau hitam akan membuat Anda terlihat langsing. Anda harus menghindari lengan baju tertutup, karena jenis lengan ini akan menonjolkan bagian paling tebal dari lengan Anda "Garis-garis horisontal juga. Karena mereka dapat membuat pinggul dan pinggang Anda terlihat jauh lebih luas daripada mereka sebenarnya.

9. Menempatkan Tangan Anda Pada Pinggul Anda

Tempatkan tangan Anda di pinggul Anda, itu tampilan yang baik, kata McCarthy. "Hal ini dapat menonjolkan pinggang Anda, memberikan persepsi yang lebih ramping, dan bahkan membuat foto terlihat lebih alami dan animasi bukan hanya kaku dengan tangan Anda di sisi Anda."
Ketika berpose dengan cara ini, McCarthy menyarankan posisi tangan Anda dengan jari-jari Anda keluar, telapak tangan menghadap belakang Anda. "Ini memberi Anda kesempatan untuk memamerkan setiap cincin atau perhiasan lainnya dan juga terlihat jauh lebih alami dan nyaman."

10. Naikkan Kamera

Perhatikan bagaimana ketika Anda meminta seseorang yang lebih pendek dari pacar Anda untuk mengambil foto Anda berdua, hal itu tentu membuat rahangnya hilang? kata Tiffany."Selalu naikkan kamera setidaknya pada eyeline atau sedikit lebih tinggi."

11. Tahu Makeup Apa yang Harus Dipakai (dan Apa yang Harus Hindari)

"Jika klien saya berencana untuk memakai make-up atau bekerja dengan seorang penata rias, saya selalu ingatkan mereka untuk memakai bahwa  concealer yang mengandung SPF, memantulkan cahaya  seharusnya dihindari,"kata Amanda Bellucco, seorang fotografer profesional dari New York.
"Kombinasikan ini dengan sekejap, dan Anda akan berakhir tanpa pucat, luntur dan mengkilap,"tambahnya. "Stik dengan matte pada wajah sebaliknya, dan ingat, kamera tidak cenderung sedikit mengecilkan hal-hal seperti warna bibir, blush, dan terutama riasan mata, jadi jangan takut untuk memberi sedikit makeup di daerah tersebut




Senin, 04 Maret 2013

Tips Make Up untuk model Berjilbab

Saat ini banyak sekali kaum wanita yang memutuskan untuk memutuskan untuk berjilbab. Gaya berjilbab perempuan masa kini pun bisa dibilang sangat modis. Selain gaya berjilbab, gaya make up muslimah yang berjilbab pun tidak kalah keren. Ini terbukti dari masih mampu tampil cantik dan chic mereka - mereka yang berjilbab. Tips make up untuk yang berjilbab seperti di bawah ini mungkin bisa dijadikan panutan dalam ber make up supaya kita tetap bisa tampil cantik dan menarik selama mengenakan jilbab:

1. PILIH KOSMETIK YANG HALAL

Ini merupakan langkah awal yang harus kita lakukan. Cari label halal di setiap kemasan kosmetik yang kita gunakan. Menggunakan kosmetik yang halal akan mampu membuat kita merasa tenang, jauh dari rasa was - was sehingga akan berdampak positif pada pancaran aura kecantikan kita.

2. PILIH WARNA - WARNA NATURAL

Sebagai jilbaber, tentu kita harus bisa menyesuaikan diri dalam urusan penampilan. Hindari make up yang tebal sehingga kita akan terlihat menor di depan orang - orang. Dengan memilih warna - warna kosmetik yang natural, bisa membantu kita menjadi tampak lebih anggun

3. GUNAKAN KOSMETIK YANG TAHAN AIR DAN TIDAK LUNTUR

Kosmetik yang tahan air dan tidak luntur bisa membantu kita terhidar dari emnempelnya bahan kosmetik yang kita kenakan pada jilbab kita. Namun saat ini di masyarakat masih terjadi pro dan kontra akan jenis kosmetik yang tahan air dengan dasar pendapat bahwa bila kita menggunakan kosmetik yang tahan air maka pada saat kita berwudlu, maka air tidak akan bisa masuk ke pori - pori kita. Bila kita menganut faham tersebut, maka sebaiknya kita menghindari kosmetik yang tahan air, dan menggantikannya dengan pemakaian alas bedak, foundation, dan cream yang tipis - tipis saja.

4. GUNAKAN TABIR SURYA / SUNBLOCK

Problem utama untuk yang berjilbab adalah warna kulit wajah yang belang karena sebagian terpapar matahari dan sebagiannya lagi tertutup jilbab. Untuk menghindari hal ini, sebaiknya kita menggunakan tabir surya / sublock selama kita berada di luar ruangan.

5. SESUAIKAN WARNA MAKE UP

Kita pasti memiliki banyak sekali koleksi jilbab. Baik itu bentuk, warna, model, dll. Sebaiknya kita memnyesuaikan warna make up dengan warna dan model jilbab yang kita kenakan. Adakalanya pada saat tertentu (misalnya saat menghadiri pesta), kita perlu ber make up agak tebal namun tetap harus sesuai dengan busana dan jilbab yang kita kenakan

Macam-macam Kamera

Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide) lebih dari jutaan pixel (picture element). Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat dibelakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail.

Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD (charged-couple device semiconductor) dan CMOS (complementary metal-oxide semiconductor). Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact Flash(CF), Secure Digital(SD), Multi Media Card (MMC), Memory Stick (MS) dan (XD).
Saat ini telah banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1 Kamera Pocket
Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.


2. Kamera SLR
Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebas-bebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture, selain itu kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dll. Dengan berkembangnya teknologi dibidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang (mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus nyetel ini itu.


3 Kamera Range Finder
Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi.



4. Kamera Medium Format
Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.



5. Kamera Large Format
Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal).


6. Kamera Instan
Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang.

7. Kamera Ponsel
Kamera ini tidak kalah dari yabg lain. Tinggal melihat ukuran kameranya saja. di luaran sana banyak kamera ponsel yang bagus. Seperti kamera Blackberry dan Kamera Android. Kelebihan kamera ini , Hasil foto bisa langsung di edit seperti yag terdapat pada Aplikasi Android maupun Blackberry

Seni Fotografi

Fotografi (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu “photos” : Cahaya dan “Grafo” : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).

Seni fotografi adalah perpaduan antara teknologi dan seni. Berbagai nilai estetika yang tidak tercakup dalam teknologi fotografi harus diselaraskan dengan proses teknis untuk memberikan karakter dan keindahan pada hasil visualnya. Seni fotografi bukan sekedar merupakan rekaman apa adanya dari dunia nyata, tapi menjadi karya seni yang kompleks dan media gambar yang juga memberi makna dan pesan.

Membuat foto seni yang merupakan bagian fotografi, yang memiliki konsep estetika yang memperhitungkan terlebih dahulu unsur-unsur penciptaan sebuah foto, dari pencahayaan sampai proses pencetakannya. Semua direncanakan dengan matang dan terencana, karena kini foto seni telah sama rumitnya dengan seni lain. Apalagi jika kita membincangkan posisi fotografi dalam konteks kesenirupaan (fine art). Bisakah dan mampukah fotografi disandingkan dalam keluarga seni rupa (High Art). Koeksistensinya ini tidaklah berpretensi saling menegasikan. Justru sebaliknya, dan siapa tahu, dunia High Art makin diperkaya dengan hadirnya fotografi di komunitasnya. Sejalan Dengan perkembangan teknologi sekarang ini fotografer yang mau menekuni foto seni akan lebih mudah dengan hadirnya teknik digital. Apalagi mau bekerja keras mencoba dan mau belajar terus-menerus. Sebuah foto akan dapat menjadi representasi fotografer yang menciptakannya. Sehingga lahir maestro-maestro fotografi punya ciri khas masing-masing, sehingga mengenalkan diri ke publik yang lebih luas.

Sebuah karya fotografi yang dirancang dengan konsep tertentu dengan memilih objek foto yang terseleksi dan diproses dihadirkan sebagai luapan ekspresi artistik fotografernya, maka karya tersebut bisa menjadi sebuah karya fotografi ekspresi. Sehingga karya foto tersebut dimaknakan sebagai suatu medium ekspresi yang menampilkan jati diri photografernya dalam proses penciptaan karya fotografi seni.

Fotografi sebagai salah satu entitas dalam domain seni rupa juga tidak terlepas dari nilai-nilai dan kaidah estetika senirupa yang berlaku. Namun dengan keyakinan bahwa setiap genre memiliki nilai dan kosa estetikanya sendiri, maka fotografi pun berbagai sub-genre-nya juga tidak lepas dari varia nilai dan kosa estetikanya sendiri. Setiap kehadiran jenis fotografi karena tujuan penghadiran tentunya juga memerlukan konsep perancangan yang bermula dari ide dasar dan kontemplasi yang berkembang menjadi implementasi praksis yang memerlukan dukungan peralatan dan teknik ungkapan kreasinya. Lebih jauh lagi bagi pencapai objektifnya, diperlukan berbagai eksprementasi dan eksplorasi baik terhadap objek fotografi maupun proses penghadiranya setelah menjadi subjek/subjectmatter dalam karya fotografinya. Tidak tertutup kemungkinan bahwa setiap objek perlu dipotret beberapa kali dalam rangka eksperimentasi dengan berbagai sudut pandang/angle (pandangan estetik) maupun dengan teknik komposisi dan panduan pecahanyaan dan kecepatannya penutup rana yang berbeda. Semuanya digunakan dengan tujuan untuk mendapatkan berbagai ragam alternative tampilan yang memiliki nilai estetis yang berbeda secara eksploratif dan dipastikan bisa memberikan beberapa pilihan hasil foto yang terbaik yang disesuaikan dengan hasil foto yang terbaik yang disesuaikan dengan kebutuhan nilai estetis yang diharapkan. Hal tersebut tercemin dalam domain fotografi sebagai aspek yang ideasional maupun yang bersifat teknikal.

Proses penciptaan dan penghadiran karya seni fotografi pada umumnya melalui empat proses :
a) Proses pencarian Ide;
b) Proses pemotretan;
c)Proses editing atau kamar terang ;
d) Proses printing atau akhir end-product-nya.

Pada setiap proses memiliki varian estetika tersendiri baik bersifat ideasional maupun yang bersifat teknikal. Proses yang pertama pencarian ide dicari dengan studi kepustakaan ataupun eksplorasi internet, diskusi, menyaksikan pameran-pameran seni rupa lainnya juga traveling mencari objek-objek dan moment estetis dalam perjalan tersebut. Proses yang kedua, pemotretan adalah eksekusi dari fotografernya disini tentunya telah dipersiapkan teknik, dan peralatan yang memadai untuk menghasilkan karya seni fotografi. Proses yang ketiga adalah proses editing yang diperlukan penguasaan komputer Photoshop yang memadai untuk menampilkan karya yang lebih estetis dari hasil pemotretan. Proses yang keempat disini tidak kalah pentingnya karena hasil akhir sebuah karya seni fotografi dapat dinikmati apakah karya seni fotografi tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat atau tidak, juga ditambahkan dengan pertimbangan apakah print kertas atau print kanvas sehingga dengan tambahan pigura karya seni fotografi tersebut sempurna. 

Unsur Paling Penting

Mata adalah aset terpenting dalam fotografi. Kita menyusun sebuah foto dari visi yang ditangkap mata dan pada akhirnya foto juga dinikmati dengan mata. Yang menjadi salah kaprah adalah anggapan bahwa kualitas foto hanya ditentukan oleh teknik dan alat. Memang ada benarnya, namun itu hanyalah sebagian. Karena mata adalah visi, maka sebenarnya dengan melatih cara melihat dan menyusun komposisi foto, kita justru bisa meningkatkan kemampuan fotografi kita secara drastis, semua tanpa modal selain kemauan dan kamera yang sudah kita miliki.

Seni melihat fotografi

Manakala kemampuan dan seni melihat, mengenali dan menyusun sebuah obyek foto sudah terasah, maka foto kita kan makin menarik dibanding sebelumnya. Hal-hal yang tampak membosankan dan biasa, ditangan fotografer dengan mata jeli bisa menjelma menjadi foto yang sangat menarik. Nah artikel ini akan membahas beberapa tips dasar untuk melatih seni melihat alias melatih kejelian mata anda dalam mengenali obyek foto dan menterjemahkannya menjadi foto dengan komposisi menarik.

Berikut beberapa langkah awal:

    Ambil satu obyek foto yang simpel, misalnya “garis”, “lingkaran” atau “kotak”. Dalam satu minggu paksalah diri anda hanya memotret obyek ini. Kalau dari awal anda menetapkan hanya akan memotret foto dengan obyek berupa garis, selama satu minggu luangkan waktu setiap hari untuk hanya memotret garis. Lupakan obyek foto lain, fokus pada garis: garis marka jalan, garis kabel listrik, garis di gedung bertingkat. Begitu pula untuk obyek simpel lain.
    Makin kesini, mata kita akan makin tajam mengenali garis dalam setiap kemunculannya. Sekarang mulailah memotret garis dalam segala interpretasinya. Garis yang terbentuk di daun pisang, pola garis menarik yang muncul di kayu. Cari dan temukan garis dalam interpretasi yang lebih mendalam. Lakukan ini seminggu.
    Setelah selesai dengan hal-hal simpel, mulailah dengan obyek yang lebih abstrak. Misalnya: “pantulan”, “pergerakan” atau “biru”. Sebagai contoh disini anda memilih “pantulan”. Mulailah memotret pantulan yang muncul dalam obyek-obyek seperti ini: di kaca, di keramik, cermin, air dll.
    Lakukan langkah 1 sampai 3 dengan target obyek yang berbeda. Lakukan selama beberapa bulan. Tentu anda tidak harus sepanjang hari memotret obyek tersebut, namun luangkan waktu paling tidak setiap harinya khusus untuk memenuhi target anda ini. Bawa kamera kemanapun anda pergi.
    Hasil latihan diatas mulai berbuah tatkala anda mulai bisa melihat interpretasi yang lebih kompleks dan sifatnya kombinasi. Sebagai contoh interpretasi kompleks dan kombinatif: pantulan garis-garis merah yang muncul di jendela kaca dengan lingkaran disekelilingya.


Unsur Penting

Mata adalah aset terpenting dalam fotografi. Kita menyusun sebuah foto dari visi yang ditangkap mata dan pada akhirnya foto juga dinikmati dengan mata. Yang menjadi salah kaprah adalah anggapan bahwa kualitas foto hanya ditentukan oleh teknik dan alat. Memang ada benarnya, namun itu hanyalah sebagian. Karena mata adalah visi, maka sebenarnya dengan melatih cara melihat dan menyusun komposisi foto, kita justru bisa meningkatkan kemampuan fotografi kita secara drastis, semua tanpa modal selain kemauan dan kamera yang sudah kita miliki.

Seni melihat fotografi

Manakala kemampuan dan seni melihat, mengenali dan menyusun sebuah obyek foto sudah terasah, maka foto kita kan makin menarik dibanding sebelumnya. Hal-hal yang tampak membosankan dan biasa, ditangan fotografer dengan mata jeli bisa menjelma menjadi foto yang sangat menarik. Nah artikel ini akan membahas beberapa tips dasar untuk melatih seni melihat alias melatih kejelian mata anda dalam mengenali obyek foto dan menterjemahkannya menjadi foto dengan komposisi menarik.

Berikut beberapa langkah awal:

    Ambil satu obyek foto yang simpel, misalnya “garis”, “lingkaran” atau “kotak”. Dalam satu minggu paksalah diri anda hanya memotret obyek ini. Kalau dari awal anda menetapkan hanya akan memotret foto dengan obyek berupa garis, selama satu minggu luangkan waktu setiap hari untuk hanya memotret garis. Lupakan obyek foto lain, fokus pada garis: garis marka jalan, garis kabel listrik, garis di gedung bertingkat. Begitu pula untuk obyek simpel lain.

    Makin kesini, mata kita akan makin tajam mengenali garis dalam setiap kemunculannya. Sekarang mulailah memotret garis dalam segala interpretasinya. Garis yang terbentuk di daun pisang, pola garis menarik yang muncul di kayu. Cari dan temukan garis dalam interpretasi yang lebih mendalam. Lakukan ini seminggu.
    Setelah selesai dengan hal-hal simpel, mulailah dengan obyek yang lebih abstrak. Misalnya: “pantulan”, “pergerakan” atau “biru”. Sebagai contoh disini anda memilih “pantulan”. Mulailah memotret pantulan yang muncul dalam obyek-obyek seperti ini: di kaca, di keramik, cermin, air dll.

    Lakukan langkah 1 sampai 3 dengan target obyek yang berbeda. Lakukan selama beberapa bulan. Tentu anda tidak harus sepanjang hari memotret obyek tersebut, namun luangkan waktu paling tidak setiap harinya khusus untuk memenuhi target anda ini. Bawa kamera kemanapun anda pergi.

    Hasil latihan diatas mulai berbuah tatkala anda mulai bisa melihat interpretasi yang lebih kompleks dan sifatnya kombinasi. Sebagai contoh interpretasi kompleks dan kombinatif: pantulan garis-garis merah yang muncul di jendela kaca dengan lingkaran disekelilingya.